Etika Bisnis Tuk Pelaku Bisnis

Oleh karena itu disini ada pertandingan atau trik-trik akuntansi yang sedang dilakukan. mengaplikasikannya dalam perkerjaan bisnis yang riil di masyarakat di umumnya. Etika marketing bertugas melakukan perubahan kesadaran masyarakat terhadap bisnis dengan menyediakan suatu pemahaman adalah bisnis tidak menghasilkan dipisahkan dari dora.

Etika bisnis jua membicarakan mengenai system ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis. Untuk menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh atau karyawan, dan masyarakat luas pemilik asset umum semacam lingkungan hidup, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar atau praktek bisnis siapa pun juga. Apabila hasil asesmen masih kurang memuaskan atau bahkan masih sering terjadi pelanggaran etika dan kepatuhan, ini menunjukan bahwa program etika perusahaan belum efektif. Apakah sistem pelatihan dan komunikasi harus ditingkatkan ataukah sanksi perlu diperberat atau perlu dilakukan diskusi bersama lagi untuk mencari jalan keluar yang optimal. Selakuala, menurut, berkelanjutan melakukan perbaikan dan revisi plan serta memantau pengembangan budaya perusahaan lalu perilaku karyawan.

Menegakkan standar etika menggunakan mekanisme imbalan lalu hukuman untuk membantu pembentukan budaya perusahaan. Pertama adalah asesmen untuk menilai apa program etika perusahaan ini berjalan melalui efektif dalam sampai pada sasaran etika perusahaan yang diinginkan.

Komisaris PT KAI mengungkapkan bahwa ada manipulasi laporan keuangan pada PT KAI dalam seharusnya perusahaan mendapatkan kerugian tetapi dilaporkan mendapatkan keuntungan. Komisaris PT KAI mengenal bahwa ada segenap pos-pos yang semestinya dilaporkan sebagai ganjalan bagi perusahaan walaupun malah dinyatakan seperti aset perusahaan.

etika bisnis

Indofarma memproduksi obat – obat esensial dan merupakan produsen obat generik berlogo terbesar di Indonesia. Diawali dengan melihat tinjauan keuangan kurun waktu, kondisi perusahaan memiliki growth sales yang sangat baik akan tetapi pencapaian yang baik tidak diimbangi oleh laba yang dihasilkan. Terbukti adanya kerugian yang sangat ekstrim di periode yang tak luput sebagai akibat kesalahan-kesalahan direksi dalam pelaporan keuangannya.

PT Kimia Farma adalah salah satu produsen obat-obatan milik pemerintah pada Indonesia. Pada review tanggal 31 Desember 2001, manajemen Kimia Farma melaporkan hadirnya laba bersih senilai Rp 132 milyar, dan laporan ini di audit dengan Hans Tuanakotta and Mustofa. Akan namun, Kementerian BUMN serta Bapepam menilai bahwa laba bersih tersebut terlampau besar dan berisi unsur rekayasa. Sesudah dilakukan audit ulang, pada 3 Oktober 2002 laporan keuangan Kimia Farma 2001 disajikan kembali, karena telah ditemukan kesalahan yang cukup mendasar. Pada laporan keuangan yang baru, keuntungan yang disajikan hanya sebesar Rp 99, 56 miliar, atau lebih rendah sebesar Rp 32, 6 milyar, atau 24, 7% dari laba awal yang dilaporkan. Indofarma Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Departemen Kesehatan.

Daftar harga per 3 Februari ini telah digelembungkan nilainya dan dijadikan dasar penilaian persediaan pada unit distribusi Kimia Farma per 31 Desember 2001. Sedangkan kesalahan penyajian berkaitan dengan penjualan adalah dengan dilakukannya pencatatan ganda atas penjualan. Pencatatan ganda tersebut dilakukan pada unit-unit yang tidak disampling oleh akuntan, sehingga tidak berhasil dideteksi. Berdasarkan penyelidikan Bapepam, disebutkan bahwa KAP yg mengaudit laporan ekonomi PT Kimia Farma telah mengikuti standar audit yang berlaku, namun gagal mendeteksi kecurangan tersebut. Bahkan, KAP tersebut pun tidak terbukti mendukung manajemen melakukan kecurangan tersebut.